Padhli, Al (2026) ALAT PENGERING MULTIGUNA TANPA PANAS (AKUISISI DATA SENSOR). Diploma thesis, Politeknik Caltex riau.
Bab 1.pdf
Download (214kB)
BAB 2.pdf
Download (528kB)
BAB3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (992kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (413kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (170kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (158kB)
Laporan_Proyek_Akhir_Padhli FIX.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Lembar pengesahan PA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (793kB)
Abstract
Proses pengeringan merupakan tahapan penting dalam pengolahan hasil pertanian dan pangan. Namun, metode pengeringan konvensional umumnya menggunakan panas yang dapat menyebabkan penurunan kualitas bahan, seperti perubahan warna, tekstur, kandungan nutrisi, serta konsumsi energi yang tinggi. Permasalahan ini mendorong perlunya pengembangan sistem pengeringan yang lebih efisien dan aman untuk bahan yang sensitif terhadap suhu tinggi. Pada proyek akhir ini dikembangkan Alat Pengering Multiguna Tanpa Panas berbasis adsorpsi silica gel dengan sistem monitoring dan regenerasi otomatis. Silica gel digunakan sebagai adsorben untuk menyerap uap air di dalam ruang pengering sehingga kelembaban udara dapat diturunkan tanpa pemanasan langsung terhadap bahan. Sistem dikendalikan oleh Arduino Uno yang terintegrasi dengan sensor DHT22 untuk memantau suhu dan kelembaban, sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi tingkat kejenuhan silica gel, motor stepper sebagai penggerak tray silica gel, relay, heater regenerasi, dan LCD 16x2 sebagai media pemantauan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil bekerja secara otomatis dan efektif. Sensor DHT22 terbukti akurat dengan tingkat error sebesar 0,55% untuk suhu dan 1,52% untuk kelembaban. Alat ini mampu menurunkan kelembaban ruang pengering dari 69% menjadi 65% RH secara aman dengan hanya mengalami kenaikan suhu operasional sebesar 0,9°C, yang membuktikan prinsip pengeringan tanpa panas berfungsi dengan baik. Sensor TCS3200 juga terbukti akurat membedakan silica gel aktif (biru) dan jenuh (merah/merah muda), yang kemudian secara otomatis memicu sistem mekanik untuk memindahkan tray ke ruang regenerasi agar dikeringkan kembali oleh heater. Sistem ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi pengeringan yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | KBK > KBK Jurusan Teknologi Industri > KBK Elektronika |
| Divisions: | Sarjana Terapan > Jurusan Teknologi Industri > Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika |
| Depositing User: | PADHLI AL-ICHROM |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 09:07 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 09:07 |
| URI: | https://repository.lib.pcr.ac.id/id/eprint/6438 |
