Gultom, George Firman (2026) Fabrikasi Alat Pengolahan Limbah Ban Menjadi Bahan Bakar Minyak Berbasis Teknologi Pirolisis. Diploma thesis, Politeknik Caltex Riau.
BAB I.pdf
Download (939kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (385kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (438kB)
Lampiran PA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Lembar Pengesahan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (771kB)
George Firman Gultom PA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Proses manufaktur adalah serangkaian aktivitas untuk menghasilkan barang dengan kualitas yang diinginkan. Kegiatan ini mencakup penggunaan teknologi, mesin, dan tenaga kerja untuk mengubah limbah ban menjadi bahan bakar minyak melaluli tahapan seperti perancangan, pengolahan, dan pengujian. Tahap manufaktur alat ini meliputi proses penentuan desain, pemilihan dan pengadaan bahan baku, proses manufaktur, dan proses pengujian. Pada proses manufaktur alat pengolahan limbah ban menjadi minyak dengan metode pirolisis, memiliki bagian-bagian utama seperti reaktor memiliki ukuran 10inchi material plat baja karbon 2,5mm dengan kapasitas 10kg dengan pengolahan 8kg, Tungku pembakaran memiliki ukuran ∅458mm dengan tebal 50mm menggunakan material semen tahan panas SCR C-15, cyclone menggunakan plat baja karbon 2mm dengan ukuran ∅80mm, kondensor memiliki ukuran 600 x 500 x 250 mm, perpipaan memiliki ukuran ∅1/2 inchi, dan rangka menggunakan material besi UNP 50 x 30 x 5mm. Hasil pengujian geometri menunjukkan adanya penyimpangan dimensi sampai 10mm akibat dari proses bending manual, namun alat masih layak digunakan. Pengujian kebocoran pada reaktor menggunakan compressor dan air sabun terdeteksi tidak adanya kebocoran. Pengujian efisiensi alat menunjukkan nilai sebesar 14,70% pada 350˚C, 16% pada 400˚C, 25,80% pada 500˚C, dan 24,98 % pada 600˚C. Hasil efisiensi tertinggi yaitu pada suhu 500˚C yang menunjukkan bahwa kondisi tersebut alat mampu menghasilkan minyak paling banyak dibandingkan variasi suhu lainnya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | KBK > KBK Jurusan Teknologi Industri > KBK Teknik Mesin (Perancangan, Energi dan Manufaktur) |
| Divisions: | Sarjana Terapan > Jurusan Teknologi Industri > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Mr GEORGE FIRMAN GULTOM |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 06:54 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 06:54 |
| URI: | https://repository.lib.pcr.ac.id/id/eprint/5955 |
