Mandala, Septya Rianda (2026) RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KENAIKAN RESISTANSI PADA SISTEM PROTEKSI GROUNDING. Diploma thesis, Politeknik Caltex Riau.
BAB1.pdf
Download (88kB)
BAB2.pdf
Download (446kB)
BAB3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (372kB)
BAB4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (871kB)
BAB5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (81kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (99kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (520kB)
lembar pengesahan pa septya.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (689kB)
PA-septyariandamandala_2220305024-4TLpdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Sistem pembumian (grounding) merupakan salah satu bagian penting dalam sistem proteksi instalasi listrik yang berfungsi mengalirkan arus gangguan ke tanah sehingga dapat melindungi manusia, peralatan, dan instalasi listrik dari bahaya tegangan sentuh maupun arus bocor. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring resistansi grounding berbasis Arduino Uno serta mengevaluasi tingkat akurasi hasil pengukuran dengan membandingkannya terhadap Earth Tester sebagai alat ukur standar. Sistem yang dirancang menggunakan sensor arus ACS712, sensor tegangan ZMPT101B, Arduino Uno sebagai pengendali utama, LCD 20×4 sebagai media tampilan, relay, buzzer, dan pompa air elektrik sebagai aktuator. Pengukuran resistansi dilakukan menggunakan metode tiga titik (Three Point Method) berdasarkan prinsip Hukum Ohm (R = V/I). Pengujian dilakukan pada konfigurasi satu, dua, dan tiga batang elektroda dengan penambahan larutan garam untuk mengetahui pengaruh jumlah elektroda terhadap nilai resistansi pembumian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat yang dirancang mampu mengukur nilai resistansi pembumian dengan hasil yang mendekati Earth Tester. Pada pengujian satu batang elektroda dengan kedalaman 2,5 meter diperoleh hasil pengukuran sebesar rod 1nilainya 12 Ω, rod 2 nilainya 12 Ω, dan rod3 nilainya 10 Ω, sedangkan Earth Tester menunjukkan nilai rod1 nilainya 11,30 Ω, rod2 nilainya 11,76 Ω, dan rod3 nilainya 9,76 Ω dengan persentase perbedaan masing-masing sebesar 6,19%, 2,04%, dan 2,46%. Pada konfigurasi dua batang elektroda yang dipasang secara paralel diperoleh nilai resistansi sebesar 7 Ω pada alat yang dirancang dan 6,7 Ω pada Earth Tester dengan persentase perbedaan 4,48%. Selanjutnya, pada konfigurasi tiga batang elektroda yang dipasang secara paralel diperoleh nilai resistansi sebesar 4 Ω pada alat yang dirancang dan 4,2 Ω pada Earth Tester dengan persentase perbedaan 4,76%. Secara keseluruhan, rata-rata persentase perbedaan hasil pengukuran antara alat yang dirancang dan Earth Tester adalah sekitar 3,99%, sehingga tingkat kesesuaian atau akurasi alat mencapai sekitar 96,01%. Pengujian penambahan larutan garam menunjukkan bahwa nilai resistansi pembumian mengalami penurunan dari 12 Ω menjadi 11 Ω, 9 Ω, dan 7 Ω, dengan persentase penurunan berturut-turut sebesar 8,33%, 25,00%, dan 41,67% dibandingkan kondisi awal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan larutan garam mampu meningkatkan konduktivitas tanah sehingga resistansi pembumian semakin kecil. Selain itu, sistem mampu memberikan peringatan melalui buzzer dan mengaktifkan pompa air elektrik secara otomatis ketika nilai resistansi melebihi batas yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu melakukan monitoring resistansi grounding secara efektif dengan tingkat akurasi yang baik serta berpotensi menjadi alternatif sistem monitoring resistansi pembumian secara real-time.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | KBK > KBK Jurusan Teknologi Industri > KBK Listrik |
| Divisions: | Sarjana Terapan > Jurusan Teknologi Industri > Teknik Listrik |
| Depositing User: | Mr. Septya Rianda Mandala |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 06:56 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 06:56 |
| URI: | https://repository.lib.pcr.ac.id/id/eprint/4974 |
