Gule, Ephipha Nias (2026) ANALISIS PRAKTIK RESTATEMENT BERASASKAN PSAK 208 PADA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Diploma thesis, Politeknik Caltex Riau.
BAB 1.pdf
Download (259kB)
BAB 2.pdf
Download (271kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (398kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (600kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (118kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (159kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (204kB)
lembar pengesahan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (351kB)
buku lengkap.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (45MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena penyajian kembali
(restatement) laporan keuangan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang
menimbulkan ambiguitas informasi bagi investor, yakni antara restatement sebagai
bentuk kepatuhan terhadap standar akuntansi atau sebagai penutup kesalahan
material. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik restatement berdasarkan
PSAK 208 yang menggantikan PSAK 25, dengan menilai jenis, kualitas
pengungkapan, tingkat kepatuhan, dan muatan sinyal informasinya. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif atas data sekunder berupa laporan
keuangan tahunan auditan, Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), dan laporan
keterbukaan informasi dari 119 kasus restatement periode 2023–2025. Analisis
dilakukan dengan mengklasifikasikan jenis restatement, mengevaluasi kualitas
pengungkapan melalui checklist delapan indikator kepatuhan PSAK 208, dan
menilai muatan informasi berdasarkan Teori Sinyal. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa intensitas restatement meningkat tajam pada 2025 (52 kasus/44%) seiring
penerapan perdana PSAK 117 dan PSAK 109, dengan sektor keuangan sebagai
penyumbang terbesar. Berdasarkan klasifikasi PSAK 208, penyajian kembali di
luar tiga jenis PSAK 208 mendominasi (51 kasus/43%), diikuti koreksi kesalahan
(35 kasus/29%) dan perubahan kebijakan (33 kasus/28%), sementara perubahan
estimasi nihil. Tingkat kepatuhan tergolong tinggi pada aspek teknis namun lemah
pada kejernihan narasi; hanya 21 emiten (18%) berstatus Patuh Penuh, mayoritas
96 emiten (81%) Patuh Sebagian, dan 2 emiten (2%) Tidak Patuh. Dari sisi sinyal,
restatement dominan memancarkan sinyal positif (54%) dan ambigu (42%),
sedangkan sinyal negatif kecil (4%) dan terkonsentrasi pada koreksi kesalahan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa restatement merupakan sinyal dua arah yang
arahnya ditentukan oleh interaksi antara jenis dan kualitas pengungkapannya.
Kata kunci : Bursa Efek Indonesia; Kualitas Pengungkapan; Restatement; PSAK
208; Teori Sinyal
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | KBK > KBK Akuntansi > KBK Perpajakan |
| Divisions: | Sarjana Terapan > Jurusan Administrasi Bisnis > Akuntansi Perpajakan |
| Depositing User: | Miss Ephipha Nias Gule |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 02:33 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 02:33 |
| URI: | https://repository.lib.pcr.ac.id/id/eprint/4870 |
